Inilah Alasan Bali Menjadi Destinasi MICE Posisi Pertama di Indonesia !! (Bagian 1)

MICE merupakan kegitan yang melibatkan banyak sektor industri seperti sektor transportasi, perjalanan wisata, rekreasi, akomodasi, makanan dan minuman, tempat penyelenggaraan acara, teknologi informasi, perdagangan, keuangan dan sektor yang lainnya, sehingga MICE dapat digambarkan sebagai industri multiplier effect yang dapat menggerakan perekonomian di daerah tujuan wisata atau destinasi.

Maka dari itu, setiap pengembangan destinasi MICE di Indonesia harus merujuk pada 4 bagian yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata, yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pariwisata No. 5 Tahun 2017, yaitu sebagai berikut:

  1. aksebilitas
  2. atraksi (daya tarik)
  3. amenitas, dan
  4. sumber daya manusia dan dukungan stakeholeder

Lalu bagaimana dengan Pulau Bali yang telah ditetapkan sebagai destinasi MICE Indonesia? Apakah dalam pengembangannya sudah memenuhi 4 bagian tersebut? Mari kita bahas satu per satu…

  1. Aksebilitas MICE

Merupakan kemudahan jalur masuk dari luar ke suatu destinasi MICE baik untuk alur orang maupun barang. Indikator yang dapat mendukung aksebilitas MICE yaitu: bandara internasional, biaya penerbangan, jadwal penerbangan, frekuensi penerbangan, kenyamanan transit, pelayanan kepabeanan, pelayanan imigrasi dan karantina, dan konketifitas bandara terhadap venue dan tempat-tempat menarik lainnya.

Foto: Bandara I Gusti Ngurah Rai

Dari segi aksebilitas MICE, Bali sangat didukung dengan adanya Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Fasilitas – fasilitas yang menunjang seluruh aktivitas bandara, menjadikan  Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai bandara berkelas dunia. Sehingga tahun 2018, ACI (Airport Council International) menobatkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebagai Peringkat Pertama Bandara Terbaik di Dunia kategori bandara berpenumpang 15-25 juta orang per tahun. Tidak hanya itu, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga memperoleh ASQ (Airport Service Quality) yang merupakan penghargaan tahunan tertinggi bagi bandara dengan tingkat pelayanan terbaik di dunia.

Foto: Pelabuhan Benoa

Sebagai destinasi MICE, Bali juga didukung dengan adanya Pelabuhan Benoa. Tahun 2014, Pelabuhan Benoa mendapatkan penghargaan Pelayanan Prima dari sektor transportasi oleh Kementerian Perhubungan. Demi mempertahankan dan meningkatkan pelayanan serta memberikan kenyamanan kepada pengunjung, maka tahun 2018 PT. Pelindo III telah melakukan beautifikasi atau upaya menata dan mempercantik Pelabuhan Benoa (dilansir dari Baliberkarya.com). Adapun beberapa fokus yang dilakukan penataan ulang yaitu: gate (pintu masuk), terminal penumpang internasional atau kapal pesiar, membangun jogging track dan arena bermain, gazebo bagi wisatawan, art market, art centre, culture centre, dan amphitheater (panggung terbuka untuk pertunjukan).

Foto: Tol I Gusti Ngurah Rai

Begitu pula akses tempuh dari bandara maupun pelabuhan menuju hotel dan penginapan pun telah didukung dengan adanya beberapa infrastuktur seperti Tol Bali mandara yang kini berganti nama menjadi Tol I Gusti Ngurah Rai yang telah diresmikan pada Bulan September 2013 serta Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai yang diresmikan bulan Sepetember 2018, bertepatan dengan menyambut perhelatan akbar Annual Meeting IMF & World Bank Group.

(bersambung…)