Hal yang perlu kamu ketahui tentang 5G

Apa itu 5G?

1G, 2G, 3G, 4G, 5G
Pertama, kalau kamu mendengar 5G Wi-Fi atau ponsel AT&T’s “5G E”, mereka bukan seluler 5G. Arti G dalam 5G ini adalah Generasi teknologi wireless, sebagian besar generasi secara teknis di tentukan oleh kecepatan transmisi data mereka dan mempunyai perbedaan dalam metode pengkodean nya sehingga tiap generasi tidak kompatibel dengan generasi sebelum nya.

1G adalah seluler analog. Teknologi 2G, seperti CDMA, GSM, dan TDMA, adalah generasi pertama dari teknologi seluler digital. Teknologi 3G, seperti EVDO, HSPA, dan UMTS, membawa kecepatan dari 200 kbps menjadi beberapa megabit per detik. Teknologi 4G, seperti WiMAX dan LTE, adalah lompatan maju berikutnya yang tidak kompatibel dengan generasi sebelum nya, dan mempunyai kecepatan hingga ratusan megabit, bahkan ada yang mencapai gigabit.

5G menghadirkan tiga aspek baru: kecepatan yang lebih besar (untuk memindahkan lebih banyak data), latensi yang lebih rendah (menjadi lebih responsif), dan kemampuan untuk menghubungkan lebih banyak perangkat sekaligus (untuk sensor dan perangkat pintar)

Sistem radio 5G yang sebenarnya, yang dikenal sebagai 5G-NR, tidak kompatibel dengan 4G.Tetapi semua perangkat 5G akan membutuhkan 4G karena mereka akan mengandalkannya untuk membuat koneksi awal sebelum menukar nya ke 5G di tempat yang tersedia. hal itu di sebut sebagai Non-Standalone network, atau jaringan NSA, dimasa depan 5G akan menjadi Standalone atau SA yang berdiri sendiri tanpa memerlukan jaringan 4G.

Lalu apa Frekuensi nya?

Mungkin yang menjadi isu besar adalah, di frekuensi apa 5G akan bekerja? 5G akan berjalan di dua frekuensi utama, di bawah dan di atas 6GHz.

Frekuensi rendah 5g, yang menggunakan jaringan seluler dan wifi, mengandalkan pengkodean yang lebih fleksibel dan ukuran channel yang lebih besar untuk mendapatkan kecepatan hingga 25-50% lebih cepat dari 4G.Jaringan ini mempunyai jangkauan yang luas seperti jaringan 4G dan tidak membutuhkan tower tambahan.

Untuk mendapatkan kecepatan yang super cepat hingga multi-gigabit, harus menggunakan frekuensi lebih tinggi yang baru yang di kenal dengan milimeter-wave.Dikarenakan channel yang sempit dan sangat sibuk, penggunaan frekuensi ini biasa di gunakan untuk menghubungkan stasiun utama ke stasiun lain nya, dan tidak untuk konsumen.

Bagaimana 5G bekerja?

Seperti jaringan seluler lainnya, jaringan 5G menggunakan sistem situs sel yang membagi wilayahnya menjadi sektor-sektor dan mengirim data yang disandikan melalui gelombang radio. Setiap situs sel harus terhubung ke tulang punggung jaringan, baik melalui koneksi backhaul kabel atau nirkabel (wireless).

Jaringan 5G menggunakan jenis pengkodean yang disebut OFDM, yang mirip dengan pengkodean yang menggunakan 4G LTE. Antarmuka udara dirancang untuk latensi yang jauh lebih rendah dan fleksibilitas yang lebih besar daripada LTE.Dengan gelombang udara yang sama dengan 4G, sistem radio 5G bisa mendapatkan kecepatan sekitar 30 persen lebih baik berkat pengkodean yang lebih efisien.

Kecepatan gigabit super yang kamu dengar adalah karena 5G dirancang untuk menggunakan saluran yang lebih besar daripada 4G.Sebagian besar saluran 4G 20MHz, terikat bersama hingga 160MHz sekaligus, saluran 5G bisa mencapai 100MHz.

Kapan 5G hadir di Indonesia?

Di Amerika Verizon mengejutkan sebagian besar dunia dengan meluncurkan jaringan 5G pada awal April 2019, menjadikannya yang pertama di dunia yang menawarkan jaringan generasi berikutnya.

Di Inggris EE adalah operator Inggris pertama yang meluncurkan jaringan 5G-nya, menyalakannya di enam kota pada 30 Mei 2019. Diikuti oleh Vodafone pada 3 Juli 2019.

Di Indonesia, 5G di perkirakan akan hadir pada tahun 2021-2022 seperti yang di katakan oleh Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan, “Ekosistem harus sudah siap. Kita lihat di 2020, tapi seharusnya 2021 atau 2022 kita harusnya sudah bisa mendatangkan 5G”.

This entry was posted in Artikel and tagged .